Papua Barat, Manokwari, Jum’at /Kliwon 21 Agustus 2026/8 Rabiul Awal 1448 H, LDII Papua Barat hadiri Webinar Wawasan Kebangsaan Cinta Alam Indonesia (CAI) di sekretariat LDII Papua Barat di Jalan Gunung Salju Manokwari yang dilaksanakan oleh LDII Papua dan diikuti oleh LDII se-Papua Raya (21/08/2026)
Webinar yang dirangkai dengan kegiatan Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) ke 47 Tahun 2026 ini menampilkan dua narasumber dari Korem 172/PWY dan Kejaksaan Tinggi Papua, dengan moderator H. Sudarmo, S.Pd Ketua LDII Papua.
Letkol Arm. Mustafa Lara, ST., MIP dari Korem 172/PWY Papua dalam paparannya yang berjudul ” Wawasan Kebangsaan” menjelaskan bahwa Indonesia adalah rumah besar kita dengan ribuan pulau, beragam suku, budaya, bahasa, agama dan kepercayaan, beragam kondisi geografis dan sosial yang berbeda.
Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang Bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan, kepentingan nasional dan kehidupan bersama.Wawasan Kebangsaan berarti identitas lokal kita, keragamaan daerah dan nasionalisme.
Ditambahkan Indonesia memiliki empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila sebagai nilai dasar, UUD 45 sebagai aturan dasar, NKRI sebagai rumah bersama dan Bhineka Tunggal Ika sebagai cara hidup bersama ditengah banyak keragaman masyarakat Indonesia.
Mustafa menambahkan bahwa nasionalisme harus terlihat dalam perilaku dengan mencintai Indonesia dengan taat hukum, menjaga lingkungan, menghormati perbedaan, menjaga kerukunan, belajar dan bekerja keras, menolak korupsi, menolak kekerasan, menjaga persatuan dan kita harus bisa bermanfaat bagi masyarakat.
Selanjutnya Mustafa menambahkan khusus perspektif Papua dalam Indonesia, ia menekankan Papua bagian penting dari Indonesia, membangun Papua berarti membangun Indonesia.
Pemateri selanjutnya adalah Zainal Abidin Salampessy, SH, MH dari Kejaksaan Tinggi Papua dalam arahannya menegaskan Indonesia bukan negara sederhana, banyak latar belakang yang harus dipertahankan. Mengutip Quran Surat – Surat Al-Hujurat ayat 13 berisi penegasan tentang persamaan derajat manusia di hadapan Allah SWT. “Allah menciptakan manusia dari seorang laki-laki dan perempuan, lalu membaginya menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal”, Saling mengenal hidup dalam satu negara, karena hidup bersama butuh persatuan, sebagai sebuah bangsa harus ada ketaatan hukum dan jaga lingkungan
Sesuai keteladanan Nabi, seperti kecintaan Nabi Muhammad SAW terhadap Mekah dan Madinah yang dampaknya kita rasakan seperti saat sekarang ini.
Zainal menambahkan toleransi menghormati agama yang berbeda, sebagaimana Nabi bersabda “lakum dinikum waliyadin”, yang kita jadikan dasar untuk menjaga persatuan menghormati perbedaan yang sudah diberikan oleh Allah SWT.
Drs.H Suroto, Ketua LDII Papua Barat yang mengikuti webinar dan didampingi H. Agus Irawan, SE selaku sekretaris serta peserta Cinta Alam Indonesia (CAI) di Manokwari menyambut baik agenda webinar ini sebagai pengingat kepada peserta CAI dan kita semua bahwa menjaga keutuhan NKRI dalam rumah besar dengan segala macam perbedaan dan keberagamannya wajib dilakukan tidak saja sebagai menjalankan amanah para pendahulu bangsa namun juga agar tetap utùh dan tidak terpecah belah.











