Pemuda Karima merupakan wadah anak muda dibawah Paguyuban Karima yang merupakan singkatan dari Karisidenan Madiun di Manokwari sebuah paguyuban yang mewadahi warga eks Karisidenan Madiun (Karisidenan adalah sebutan pemerintahan di Jaman Kolonial Belanda) yang terdiri dari (sekarang) Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Magetan yang berada di Manokwari.
Kabupaten-kabupaten tersebut memiliki banyak kekhasan diantaranya Ngawi yang terkenal dengan Benteng Ban Der Bosh (Benteng Pendem) dan Musium Trinil (Manusia Purba), Madiun sebagai Pabrik Kereta Api terbesar di Indonesia, Waduk Sarangan yang indah di Magetan, Reog dan sate Ponorogo, Pacitan dengan Kota yang banyak gua-guanya, dan tentunya Nasi Pecel Madiun dan Madioen Kampung Pesilat.
Menjadi ikon sebagai Madioen Kampung Pesilat dikarenakan Madiun memang menjadi tempat lahir dan berkembangnya berbagai aliran pencak silat dengan 14 perguruan utama pencak silat, diantaranya, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT); Peraaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW); Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKS PI) Kera Sakti; Setia Hati Tuhu Tekad; Pandan Alas; Pro Satria; PERSINAS ASAD; Tapak Suci; Pagar Nusa; Merpati Putih; Persaudaraan Rasa Tunggal; IKS Khas Putra; Kera Sakti (madiunkab.go.id).
Untuk memeriahkan Festival Budaya Nusantara yang dipusatkan di Atrium Grand Floor City Mall, 31 Juli-2 Agustus 2026, Pemuda Karima menampilkan Jurus Tunggal Baku IPSI untuk mewakili semua perguruan yang ada, yang dibawakan oleh adik-adik pesilat dari PERSINAS ASAD.
Jurus Tunggal Baku adalah rangkaian gerak wajib dalam pencak silat kategori seni yang berdurasi tepat dalam tiga menit, yang biasa dilombakan dalam kejuaraan dan ditampilkan untuk memeriahkan sebuah acara seperti mantenan, sunatan, syukuran, festival dan lain sebagainya. Sedangkan pesilat PERSINAS ASAD yang dipercaya tampil di matras Featival Budaya Nusantara adalah Farhan Pakaya yang merupakan peserta terbaik peraih juara satu pada even Turnamen Pencak Silat Kasuari Championship II yang dilaksanakan beberapa pekan sebelumnya di Gedung KNPI Papua Barat 8-10 Juli 2026.
H. Agus Irawan, SE pengurus Paguyuban Madiun di Manokwari yang juga Pembina PERSINAS ASAD Manokwari, bahwa sinopsis ini disampaikan sebagai narasi awal sebelum penampilan Farhan yang diiringi dengan musik Kitaro. Agus Irawan juga menyampaikan rasa syukur atas penampilan Farhan Pakaya di pentas Festival Budaya disamping mengangkat nama Paguyuban Karima juga dapat membawa harum nama PERSINAS ASAD Manokwari, lebih dikenal masyarakat.











